Pages

14 Desember 2014

DI KESMAS SAYA AKAN …



DI KESMAS SAYA AKAN … 



Public Health (kesehatan masyarakat) merupakan salah satu dari profesi tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam pembangunan kesehatan. Namun tidak semua orang tahu profesi seorang kesehatan masyarakat (KESMAS) di lapangan, karena masyarakat kita terbiasa melihat tenaga medis sebagai tenaga kuratif atau lebih dikenal seperti dokter, bidan, dan perawat. Padahal apabila kita ketahui peranan dan fungsi seorang KESMAS itu sangat luar biasa, jika biasanya seorang dokter mengobati seorang yang sakit, maka tugas seorang KESMAS adalah menjaga agar masyarakat tetap sehat dengan terus mengupayakan terbentuknya budaya dan prilaku hidup sehat melalui program kesehatan masyarakat yang berpradigma sehat.

Maka dari itu, Ruang lingkup seorang kesmas pun lebih luas, tidak hanya berhubungan dengan ilmu kedokteran secara umum saja, tapi juga ilmu social, khususnya tentang budaya dan penyakit yang biasanya ada pada masyarakat. Karena ilmu yang luas itulah, tentu yang akan pertama kali saya lakukan di kesmas ini adalah beljara mendalami ilmu dan teori2 lebih dulu, saya juga akan mengikuti dan aktif dalam organisasi sebagai bekal saya nantinya untuk belajar berkomunikasi secara efekyif dan bergaul dengan orang lain, belajar untuk disiplin dan membagi waktu, serta beljaar etika yang baik danbenar.

Selain itu, sebagai seorang mahasiswa kesmas, saya nanti akan belajar bagaimana caraaya langsung terjun ke masyarakat memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya kesehatan sebagai upaya meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Tentu tugas seperti ini tidaklah mudah, maka dari itu, usaha yang sungguh2 lah yang pasti dapat mewujudkan itusemua, saya akan berusaha untuk itu.untuk menjdi tenga kesmas yang handal, saya haruslah lebih banyak beljaar mengenai penguasaan teknik2 lingkungan dan pemberatnsan penykit. Saya nanti akan lebih banyak beljaar tidak hanya dari dosen, tapijuga dengan kaka tingkat yang lebih senior baik nantinya melallui organisasi atapun pada saat mentoring

Seperti yang kita ketahui, untuk meningkatkan kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan diperlukan program penyuluhan dan pendidikan masyarakat yang berjenjang dan berkesinambungan sehingga dicapai tingkatan kemandirian masyarkat dalam pembangunan kesehatan.maka dari itu, saya dan beberaa teman saya berniat untuk membuat suatu akun promkes dan pendidikan mengenai kesehatan di media social dimana sesuai dengan jaman globalisasi sekarang, maka langkah tersebut dinilai akan lebih efektif dan ‘mengena’ khususnya pada remaja.

Dan karena saya masih sangat baru di bidang ini, tentu tidak banyak yang dapat saya lakukan,mengingat keterbatasan ilmu dan wawasan serta pengalaman yang saya punya, maka dariitu, focus saya untuk di kesmas ini adalah terus menggali ilmu dan pengalaman, baik itu dengan berorganisasi atau bahkan langsung terjun ke masyarakat .




Aku dan Pilihanku Public health



           Masuk public health sebenarnya bukanlah pilihan utama. Tau apa itu public health pun sebenarnya baru dari SMA, saat sedang bimbangnya memilih jurusan kuliah. Orang tua sebenarnya menghendaki saya untuk masuk Kedokteran dan menjadi seorang dokter. Seperti cita-cita dari kecil, masuk bidang yang sudah jelas ranah kerjanya, seperti dokter dan perawat ataupun guru. Bukan sebagai kesehatan masyrakat yang saat itu belum saya ketahui apa sebenaranya bidang kerjanya.Akan tetapi, saat melihat daftar jurusan beserta program studi di laman SNMPTN, saya melihat kesehatan masyarakat, dari situ mulai sedikit tertarik dan mencari lebih dalam melalui internet apa itu kesehatan masyarakat. Yang saya tangkap saat itu, kesehatan masyarakat itu intinya lebih kebidang pencegahan (preventif),bagaimana kita mengjaak masyarakat hidup sehat agar tidak sakit. Setelah berkonsultasi dengan orangtua dan guru, saya memilih Kesehatan Masyarakat pada pilihan pertama di SNMPTN dan teknik Sipil dipilihan kedua. Dari situ cit-cita saya berubah, sekaraang yang saya mau adalah menjadi seorang tenaag kesehatan, alas an saya tidak jadi masukan pend. Dokter adalah karena saya tidak suka dengan jarum suntik, bisa dikatakan pobia sebenarnya. Maka dari itu, kesma inilah yang saya tau seorang tenaga kesehatan yang tidak terllau banyak berhubungan dengan jarum suntik. Singkat crita, setelah dinyatakan lolos pada SNMPTN, say pun benar-benar bulat ingin menjadi seorang tenaag kesehatan. Saya telah mulai berjalan di jurusan ini dan saya tak boleh berhenti begitu sajasesulit apapun jalan yang nantinya saya lalui. Karena saya tau, orang tua dan keluarga sayapunya harapan dan imoian yang mereka sandarkan di pundak saya dan harus terus berusaha saya wujudkan. 

          Memang kesehatan masyarakat di Indonesia, sering dipahami keliru sebagai sebuah ilmu kedokteran sosial yang mengurusi aspek-aspek sosial dari sebuah profesi medis. Ada stigma di sebagian kalangan penyembuh profesional(baca:dokter) bahwa ilmu ini digeluti oleh orang-orang yang tersisih dan tak mampu bersaing di dunia medis sehingga beramai-ramai membentuk Fakultas Kesehatan Masyarakat(FKM) yang sering diplesetkan menjadi Fakultas Kedokteran (Maunya sih). Ada pula komentar sinis yang menyepelekan bidang tersebut sebagai program yang banyak bicara namun tak ada luaran – No Action Talk Only; dibandingkan dengan klinisi yang bersentuhan langsung dengan pasien dan mendapatkan pujian dan ucapan terima kasih dari pasien yang disembuhkannya. Padahal secara kasat mata, PH itu justru merupakan antitesis dari ilmu kedokteran itu sendiri. Ia mementingkan kesehatan orang banyak(komunitas) dibandingkan ilmu medis yang mengutamakan pengobatan individual; lebih mengutamakan pendekatan proaktif ketimbang kuratif yang reaktif (hanya menunggu permasalahan datang menghampiri; dan melibatkan pelbagai disiplin ilmu ketimbang hanya memandang manusia sebagai mahluk yang dibentuk jiwa dan raga semata. Selain itu kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori (ilmu) dan praktek (seni) yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan penduduk (masyarakat). Ketiga tujuan tersebut sudah barang tentu saling berkaitan dan mempunyai pengertian yang luas. Untuk mencapai ketiga tujuan pokok tersebut cara atau pendekatan yang dianggap paling efektif adalah melalui upaya-upaya pengorganisasian masyarakat.


         Pengorganisasian masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan kesehatan masyarakat pada hakekatnya adalah menghimpun potensi masyarakat atau sumber daya (resources) yang ada didalam masyarakat itu sendiri untuk upaya-upaya preventif, kuratif, promotif dan rehabilitatif kesehatan mereka sendiri. 

          Dari ketrangan di atas,saya yakin tugas di Kesmas ini tak semudah kelihatannya, karena kita nantinya akan menjadi seorang yang berusaha mencegah orang lain sakit, bukan mengobati yang telah sakit. Di masyarakat yang majemuk ini, tentu tugas itu tidaklah gampang, maka dari itu, selain ilmu-ilmu tentang kesehatan, kita juga tentu belajar ilmu social dan etika yang baik, karena kita adlah agen pencegah dan promkes, bukan seorang doter. Selain itu, karena jurusan ini punya banyak bidang, maka lapangan pekerjaannya pun juga luas. Tidak hanya di rumah sakit atau puskesmas, tetapi juga di instansi dan perusahaan. Saya bersyukur sengan itu, karena seperti yang kita tau, mencari pekerjaan itu tidak mudah. Harapan saya di jurusan pubic health yang telah saya jejaki baru beberapa bulanini, dapat benar-benar menjadikan saya nantinya menjadi seorang tenaga kesehatan yang berkualitas dan tentu saya akan lebih beruaha dan terus beelajar. Karena kita adalah agen pencegah yang harus berjuang lebih keras agar masyarakt, minimal dilingkungan kita sendiri dapat hidup lebih sehat.


ANALISIS FILM BUNGA KERING PERPISAHAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang

    Sebuah film pendek yang berjudul Bunga Kering Perpisahan. Ini cerita tentang dua anak manusia. Albert namanya. Anak pendeta. Humanis. Tak pasrah buta pada satu agama. Yang kedua, Dewi namanya. Cantik. Taat beragama, patuh pada orang tua.
Mereka dipertemukan asmara. Cinta mereka baik-baik saja. Sampai suatu ketika mereka bertemu dengan sekat maya yang tak pernah kita lihat rupanya: agama. Di luar sana, sekat senada meski tak sama juga ada. Di Bali kita menyebutnya kasta. Jika agama horizontal, kasta relasi atas bawah. Ada yang merasa lebih tinggi dibandingkan yang lain. Persoalan jatuh cinta yang tersekat agama, juga kasta tak cuma urusan Albert dan Dewi semata. Ada banyak dari mereka yang sedang dirundung masalah serupa.
Film Bunga Kering Perpisahan karya Hanung Bramantyo ini, cerita tentang Albert dan Dewi, pun menghadirkan duka. Dewi menikah dengan kekasih pilihan orang tuanya. Albert meninggal dalam kesendirian, juga kesetiaan. Kita tahu tak semua cerita cinta (harus) berakhir bahagia.
Ada penggalan menarik dari puisi Bunga Kering Perpisahan karya Denny JA ini.
Manusia lebih tua dari agama,
Sudah ada cinta sejak manusia diciptakan-Nya,
Cinta lebih tua dari agama,
Janganlah agama mengalahkan cinta.
Kita tidak pernah memilih lahir di keluarga mana, suku tertentu hingga agama apa. Kebetulan aja kita dilahirkan menjadi bagian dari keluarga Islam, Kristen, atau Hindu. Kebetulan saja kita dilahirkan menjadi suku Jawa, Batak atau Papua. Kebetulan saja kita dilahirkan di Amerika, Eropa atau Afrika. Kebetulan saja kita dilahirkan berwarna sawo gosong, kuning langsat atau pucat pias.
B.                 Rumusan Masalah
Setelah menonton film Bunga Kering Perpisahan yang menampilkan konflik yang sering terdapat dalam masyarakat, yakni pasangan berbeda agama yang  saling ingin memiliki dalam sebuah ikatan pernikahan. Namun karena perbedaan agama itulah ikatan itu tak dapat terjalin dan terpisah lah mereka berdua. Dari konflik beda agama inilah yang akan kami bahas lebih lanjut di makalah ini.
C.                Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Pendidikan Ilmu Sosial Budaya yaitu menganalisis konflik hubungan bedaan agama yang ada dalam film Bunga Kering Perpisahan.


BAB II
PEMBAHASAN

            Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, khususnya bila dilihat dari segi etnis / suku bangsa dan agama. Konsekuensinya, dalam menjalani kehidupannya masyarakat Indonesia dihadapkan kepada perbedaan – perbedaan dalam berbagai hal, mulai dari kebudayaan, cara pandang hidup dan interaksi antar individunya. Yang menjadi perhatian dari pemerintah dan komponen bangsa lainnya adalah masalah hubungan antar umat beragama. Salah satu persoalan dalam hubungan antar umat beragama ini adalah masalah Pernikahan Muslim dengan non-Muslim yang selanjutnya biasa disebut sebagai “pernikahan beda agama’’.

            Pernikahan merupakan bagian dari kemanusiaan seseorang, seorang muslim yang hidup di negara yang majemuk seperti ini hampir dipastikan sulit untuk menghindari dari persentuhan dan pergaulan dengan orang yang beda agama. Pada posisi seperti ini ketertarikan pria atau wanita Muslim dengan orang yang beda agama dengannya atau sebaliknya, yang berujung pada pernikahan hampir pasti tidak terelakkan. Dengan kata lain, persoalan pernikahan antar agama hampir pasti terjadi pada setiap masyarakat yang majemuk.

            Keadaan masyarakat Indonesia yang majemuk menjadikan pergaulan di masyarakat semakin luas dan beragam, hal ini telah mengakibatkan pergeseran nilai agama yang lebih dinamis daripada yang terjadi pada masa lampau, seorang muslimin dan muslimat sekarang ini lebih berani untuk memilih pendamping hidup non-muslim. Hal ini tentu saja dianggap oleh masyarakat kita yang mayoritas beragama Islam sebagai penyalahan atau pergeseran nilai-nilai Islam yang ada. Tak jarang hal ini sering menimbulkan gejolak dan reaksi keras di kalangan masyarakat kita, yang dicontohkan oleh ayah Dewi dalam film Bunga Kering Perpisahan ini. Saat Dewi membawa Albert pacarnya yang non-muslim, ayah Dewi sangat marah dan menentang keras hubungan keduanya.

Dari sudut pandang agama Islam, apa yang dilakukan Dewi dan Albert tentu merupakan sebuah perbuatan tercela, Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang yang ber-iman supaya memilih pasangan yang se-iman. Wajar, jika al-Qur’an dan hadis, banyak memberikan penjelasan seputar wanita atau lekaki yang akan menjadi pasangan hidup. Allah Swt menegaskan bahwa ke-imanan (tauhid), merupakan syarat mutlaq untuk menjadi pasangan hidup seseorang. Sebab, pernikahan itu sebenarnya tidak hanya berlangsung di alam fana’, tetapi hingga sampai pada kehidupan abadi (surga). Apa yang dilakukan Dewi sudah salah dari awal, dia sebagai seorang muslim seharusnya tau jika menjalin hubungan dengan laki-laki nonmuslim itu dilarang agama Islam

            Terkait dengan memilih pasangan, Nabi Saw mewanti-wanti kepada pengikutnya agar jangan sampai salah pilih. Karena dampakanya kurang baik di dalam membangun generasi unggulan, dan akan berbuntut dikemudian hari. Nabi Saw Bersabda: ”Diriwayatkan dari Aisyah r.a., Nabi s.a.w menuturkan: ”Pilihlah tempat yang paling benar wanita yang akan mengandung anakmu “

           Oleh karena itu, orang tua hendaknya selektif di dalam menentukan pilihan menantunya. Hal ini seperti yang dicontohkan ayah Dewi, melihat Dewi mulai berani membantah perintah untuk meninggalkan Albert, dia langsung mengambil sikap untuk menjodohkan Dewi pada Joko, seorang pemuda yang seagama yaitu agama Islam. Mengetahui akan dijodohkan dengan Joko, Dewi sempat menentang dan berniat kabur dari rumah. Albert sebenarnya ingin untuk menikahi Dewi dan Dewi pun bersedia. Untuk masalah ini secara gamblang, Nabi Allah Swt melarang menikahi lelaki (pasangan) berbeda agama dan keyakinan. Sebagian ulama’, sepakat bahwa menikah beda agama itu hukumnya haram, walaupun ada juga yang berpendapat bahwa menikah dengan beda agama itu sekedar boleh.

Ayat ini mengisaratkan betapa pentingnya pernikahan atas dasar keyakinan  dan agama. Bukan berarti, kecantikan atau ketampanan tidak penting, akan tetapi, jika kecantikan itu jutru membawa petaka dan pidana. Maka, apa artinya sebuah pernikahan. Oleh karena itu, Nabi Saw menjelaskan secara terperinci, menikah itu hendaknya juga memperhatikan (penampilan (cantik/ ganteng), materi (cukup), nasab (keturunan) dan moral (agama). Masing-masing yang disebutkan di atas akan saling menyempurnakan dan melengkapi menuju rumah tangga yang bahagia dan sejahtera lahir dan batin.

         Realitas dilapangan, ternyata pasangan yang telah menikah dengan mengatasnamakan CINTA, ternyata justru paling banyak BERCERAI. Apalagi, pernikahan itu dengan tidak seiman, justu menyisakan duka lara. Walaupun ada orang yang menikah beda agama dan keyakinan tidak masalah, tetapi realitasnya banyak yang menikah berahir dengan perpisahan, serta masalah, bahkan sampai memperebutkan hak asuh anak-anak agar mengikuti agama salah satu dari orangtuanya. Secara tegas, islam merlarang pemeluknya menikah dengan orang yang menyekutukan Allah SWT, seperti menyembah berhala (batu, kayu, patung), kecuali mereka beragama samawi (langit), seperti Nasrani, Yahudi.

Intinya sangatlah jelas larangan tentang pernikahan antar orang yang berlainan agama. Maka, jika kita gunakan akal sehat kita, sangatlah tidak rasional jika kita masih akan berbelok dari arahan Allah juga nabi Muhammad dalam al-kitab dan as-sunnahnya. Karena pada hakikatnya, petunjuk itu, tiada lain hanyalah bertujuan untuk keselamatan umat di dunia sampai di akhirat nanti.
Jika cinta lebih tua dari agama, mengapa agama menjadi lebih kuasa? Agama seharusnya tidak menjadi penghambat mereka yang ingin menyatukan diri membina rumah tangga, hidup bahagia atau membangun impian setiap dari kita. Toh misalnya, agama yang kita anut, sebagian besar dianut karena faktor keturunan, warisan orang tua. Bukankah sedikit dari kita yang memeluk agamanya karena benar-benar pencarian spiritual?
Tapi cinta kerap irasional dan di luar logika. Karena itulah cinta menjadi kompleks, tidak terdefinisikan dan penuh warna. Termasuk ketika tersekat oleh agama. Dia datang pada waktu yang tak terduga, menyiksa bukan karena kita tak mampu menggapainya tapi karena kita tak mengerti bagaimana langkah untuk mewujudkannya. Karena penuh warna, maka cinta acap penuh drama.

Untunglah, tidak semua cerita cinta tapi beda agama harus setragis Albert dan Dewi. Beberapa rekan kerja, berjuang untuk mempertahankan dan mewujudkan cerita cinta mereka. Ada asa bahwa yang yang terhalang sekat agama akan berakhir dengan sukacita. Aku senang melihat mereka berjuang dan berkorban untuk ini. Cinta memang sudah seharusnya saling menguatkan. 

Bisa jadi soal (cinta tapi beda) ini sebenarnya sederhana jika relasinya hanya antara dua manusia yang mengalaminya. Tapi di Indonesia, jatuh cinta yang ingin diakhiri dengan pernikahan menciptakan relasi banyak pihak: orang tua, keluarga dan negara. Karena itulah cinta beda agama menjadi tidak sesederhana yang kita kira. Cinta bisa saja satu, tapi bukankah menikah perlu restu orang tua. Perjuangan memperoleh restu orang tua yang beda agama inilah yang kerapkali penuh drama.

Karena terlalu banyak faktor yang berkelindan itulah sebagian besar dari kita memilih pasangan yang relatif tidak banyak perbedaan sosial. Agama yang sama, suku yang sama. Kelas sosial yang sama.
Kenapa?
Seminimal mungkin perbedaan yang terbentang diantara kita, semakin sedikit usaha untuk meluruskan perbedaan yang kita punya. Pernikahan, meski aku belum mengalaminya, bukanlah untuk menyamakan perbedaan dua anak manusia. Melainkan membuat perbedaan yang ada menjadi seirama sehingga tujuan yang dicita-citakan tergapai dengan lebih cepat.
Lalu, apakah mereka yang beda agama, suku dan status sosial hidup bahagia hanyalah sebuah utopia? Tentu saja tidak. Hanya, jalannya menjadi lebih terjal. ‘Harga’ yang harus dibayar menjadi lebih mahal dan bisa jadi waktu yang dibutuhkan lebih lama. Karena simpangan dan derajatnya besar, kompromi terhadapnya juga menjadi lebih besar. Namun tidak semua dari kita bersedia berkorban terus menerus bukan? Karena itulah, perjuangannya mereka yang ‘cinta tapi beda’ menjadi lebih berat. Berbanggalah mereka yang menikah beda agama akhirnya bisa hidup bahagia.
Toh kalau mau mengikuti logika, kita sebenarnya bisa menghindari jalan terjal ‘beda agama’ ini. Jika sudah tahu beda agama, kenapa mesti didekati? Jika sudah tahu risikonya, kenapa mesti stalking diam-diam? Kenapa harus ada perhatian lebih dan mengapa harus membiarkan hati kita terbuka untuk dia. Bukankah sejak awal kita bisa membatasi diri tidak mengikuti rasa penasaran terhadap dia yang mencuri perhatian kita.

Toh, sebenarnya tidak ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? Bukankah untuk bisa jatuh cinta kita mesti mengalami yang namanya pertemuan kedua, ketiga dan pertemuan-pertemuan berikutnya. Bukankah pada pertemuan-pertemuan selanjutnya kita mengetahui lebih banyak tentang dia. Bukankah artinya kita bisa berpikir waras bahwa ada jalan terjal yang akan menunggu di depan kita. Ah, tapi itulah cinta memang menabrak logika. Kalau sudah cinta, di ujung dunia pun akan kita kejar.

Cinta membuat kita kalap mata, buta terhadap risiko, nekat menerobos rambu-rambu dan ya begitu yang akhirnya terjebak pada situasi rumit yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal. Kita terjebak pada dilema yang kita ciptakan sendiri. Ketika sudah masuk pada ‘pertemuan-pertemuan berikutnya’, pilihan jatuh cinta adalah pilihan dengan kesadaran. Kita tahu artinya. Termasuk jalan terjal yang mungkin akan ditempuh. Kita sadar risikonya.
Sayangnya, tidak setiap dari kita bisa memilih takdir yang kita suka


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
      Setelah kembali mempelajari lebih detail tentang aturan islam dalam permasalahan nikah serta hukumnya, maka sangatlah jelas pula akan suatu batasan hubungan antara umat islam dengan umat non muslim.
          Dengan itu pula, sudah jelas. Bahwa Allah melarang hubungan antara umat muslim dan non muslim guna keselamatan umat itu sendiri. Baik keselamatan dunia dan akhirat. Serta untuk keselamatan keturunannya dan keselamatan akan agama islam. Karena dengan benar-benar menjaga hubungan sesama muslimlah yang akan menjadikan kita selamat.
    Dari sudut pandang agama Islam, apa yang dilakukan Dewi dan Albert tentu merupakan sebuah perbuatan tercela, Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang yang ber-iman supaya memilih pasangan yang se-iman. Wajar, jika al-Qur’an dan hadis, banyak memberikan penjelasan seputar wanita atau lekaki yang akan menjadi pasangan hidup. Allah Swt menegaskan bahwa ke-imanan (tauhid), merupakan syarat mutlaq untuk menjadi pasangan hidup seseorang. Sebab, pernikahan itu sebenarnya tidak hanya berlangsung di alam fana’, tetapi hingga sampai pada kehidupan abadi (surga). Apa yang dilakukan Dewi sudah salah dari awal, dia sebagai seorang muslim seharusnya tau jika menjalin hubungan dengan laki-laki nonmuslim itu dilarang agama Islam.

SARAN
            Setelah kita mengetahui akan hukum islam dalam menyikapi masalah hubungan seorang umat yang berbeda agama. Maka, selayaknya kita harus benar-benar menjaga diri kita dan bahkan tidak boleh kita melakukan hal yang memang kita tahu bahwa hal itu sebuah larangan dari Allah SWT.
Karena sejatinya, untuk menjaga diri kita kita harus menjaga aturan agama kita. Seiring dengan itulah, keselamatan dunia akhirat akan kita dapatkan.




DAFTAR PUSTAKA
Abdul Azis Dahlan (et.al), Ensiklopedi Hukum Islam, Ictiar Baru Hoeve, Jakarta, 1996.
Wacana, Edisi 8, Tahun II/2001.
M. Luqman Hakim (ed), Deklarasi Islam tentang HAM, Risalah Gusti, Surabaya, 1993.
Ham dalam Konstitusi Indonesia, Jawahir Thontowi.Phd - See more at:
http://eduside.blogspot.com/2013/07/makalah-perkawinan-bedaagama.html#sthash.lJhA0SJG.dpuf

ARTI KATA YANG BERKAITAN DENGAN DUNIA KESEHATAN


Kata dibawah ini dapat dilihat di buku PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN, dimana dapat dibuka sesuai halaman yang tertera dibawah,


Hal 37
Tautomer adalah senyawa-senyawa organik yang dapat melakukan reaksi antarubahan yang disebut tautomerisasi
Sirkulasi = peredaran: -- darah lancar tanpa gangguan sedikit pun;

Hal 38
Vaksin adalah sebuah produk yang menghasilkan kekebalan sehingga melindungi tubuh dari penyakit. Vaksin diberikan melalui suntikan jarum, melalui mulut dan aerosol.
Sakarin adalah pemanis tanpa kalori yang 300 kali lebih manis daripada gula meja.[2] Bahan ini telah digunakan sebagai pemanis tanpa kalori pada makanan dan minuman selama lebih dari 100 tahun.[2] Sakarin banyak digunakan saat terjadi kelangkaan gulapada dua Perang Dunia, khususnya di Eropa
Kromosom (bahasa Yunani: chroma, warna; dan soma, badan) merupakan struktur di dalam sel berupa deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA[1] dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme,[2] seperti molekul kelima jenis histondan faktor transkripsi yang terdapat pada beberapa deret, dan termasuk gen unsur regulator dan sekuens nukleotida. Kromosom yang berada di dalam nukleus sel eukariota, secara khusus disebut kromatin
Sintesis (berasal dari bahasa Yunani syn = tambah dan thesis = posisi) yang biasanya berarti suatu integrasi dari dua atau lebih elem yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Istilah ini mempunyai arti luas dan dapat digunakan ke fisika, ideologi, dan fenomenologi.

Hal 39
Neutron atau netron adalah partikel subatomik yang tidak bermuatan (netral) dan memiliki massa 940 MeV/c² (1.6749 × 10-27 kg, sedikit lebih berat dari proton. Putarannya adalah ½.
Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebutanion, karena dia tertarik menuju anode. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katode.
Pasien atau pesakit[1] adalah seseorang yang menerima perawatan medis.[2] Sering kali, pasien menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk memulihkannya.
Estrogen (atau oestrogen) adalah sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur

Hal 40
Fetus (janin) adalah nama yang diberikan untuk bayi yang belum lahir dari minggu kedelapan setelah pembuahan hingga saat kelahiran.
Fisiologi atau ilmu faal (dibaca fa-al) adalah salah satu dari cabang-cabang biologi yang mempelajari berlangsungnya sistemkehidupan.
Psikiatri adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari aspek kesehatan jiwa serta pengaruhnya timbal balik terdapat fungsi-fungsi fisiologis organo-biologis tubuhmanusia
Ptyalin merupakan protein yang berada didalam air liur, dpat memabantu proses pencernaan makanan dgn memecah patimenjadi potongan2 gula yang larut dalam air.

Hal 41
Sklerosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh pengerasan atau penebalan pembuluh nadi. Pengerasan nadi menimbulkan gangguan kelancaran aliran darah
Skizofrenia adalah diagnosis psikiatri yang menggambarkan gangguan mental yang ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ungkapan realitas. Distorsi persepsi dapat mempengaruhi semua lima indera, termasuk penglihatan, pendengaran, rasa, bau dan sentuhan, tapi paling sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid atau aneh, atau pidato teratur dan berpikir dengan disfungsi sosial atau pekerjaan yang signifikan.
Trombosis adalah proses koagulasi dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran tersebut
Nukleolus (jamak nukleoli, bahasa Latin: nucleolus, dikenal juga sebagai anak inti sel) adalah sebuah struktur terikat tanpa membran[1] yang terdiri dari protein dan asam nukleat dalam inti sel (nukleus). Ribosomal RNA (rRNA) ditranskripsi dan berkumpul di dalam nukleolus.

Hal 42
Kelahiran Prematur adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kelahiran bayi sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke 37. Kehamilan normal biasanya bertaham kurang lebih selama 40 minggu.
Vakum adalah 1. 1 hampa udara: supaya benda yg akan ditaruh di ruang bola kaca itu tidak cepat rusak, ruang itu harus --; 2 kosong (tidak ada petugasnya, pejabatnya, dsb):supaya tidak -- , pengurus lama tetap menjalankan tugasnya sehari-hari sampai terbentuk pengurus baru;
ke·va·kum·an n 1 hal (keadaan) hampa udara; 2 kekosongan (tt penguasa, pejabat, dsb yg tidak ada di tempat atau tidak berfungsi): sesudah kabinet sekarang jatuh, seolah-olah terjadi ~ pemerintah
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalammetabolisme setiap organisme,[1] yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Hal 43
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mentalmanusia secara ilmiah[1]. Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis danneurobiologis yang mendasari perilaku.
Zigot adalah sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin (sel ovum dan sel sperma) yang telah masak.Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim perempuan. Lama kelamaan, Zigot ini akan berkembang menjadi janin dan embrio yang lalu akan dilahirkan menjadi bayi.

Hal 44
Tidak ada

Hal 45
Kasein merupakan golongan protein yang komposisinya mencapai 80% dari komposisi keseluruhan protein susu.[1] Protein kasein terbagi menjadi beberapa komponen, komponen yang umum dijumpai adalah αs1-kasein, αs2-kasein, β-kasein, dan κ-kasein.[1]
Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon,hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor

Hal 46
Hominid adalah famili biologi dimana manusia menjadi anggotanya.
Secara informal, anggota hominid dikenal sebagai Great Apes dan memiliki empat genera: manusia, simpanse, gorila, dan orangutan. Selama Perang Dunia II, Operasi Anthropoid adalah pembunuhan gubernur Reich di wilayah Bohemia dan Moravia, Reinhard Heydrich.
Kisah
ini dijadikan basis untuk beberapa film, seperti Hangmen Also Die, Hitler's Madman, Atentat, dan Operation Daybreak.
Kelahiran Prematur adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kelahiran bayi sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke 37. Kehamilan normal biasanya bertaham kurang lebih selama 40 minggu. Pada kelahiran prematur, wanita menunjukkan gejala kontraksi yang terjadi lebih dari 8 kali dalam satu jam, bersama-sama dengan keluarnya cairan dari vagina.

REFERENSI :
Dari berbagai sumber di google.com